Sabtu, 04 Mei 2013

Tim ESP Win Laporkan Bawaslu ke Polisi

Tim-ESP-Win-laporkan-Bawaslu-ke-Polda.jpg
Dua orang dari Tim ESP Win melapor ke Polda Sumsel mengenai aksi pencopotan Baliho ESP Win oleh Bawaslu Sumsel
 
PALEMBANG - Sekretaris Tim Pemenangan ESP-Win, Fahlevi Maizano, Sabtu (04/05/2013) sore melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel ke Kepolisian Daerah Sumsel.

"Ini (Bawaslu) sudah tidak benar lagi. Arogan tidak mendidik masyarakat. Masih untung massa tidak marah," kata Maizano.

Petugas Bawaslu tertangkap tangan, sekitar pukul 15.30,  mencopoti secara paksa dan merusak sejumlah baliho pasangan calon gubernur Eddy Santana Putra di Jalan Demang Lebar Daun, sekitar 50 meter dari pagar rumah dinas Gubernur Alex Noerdin.

Aksi pencopotan alat sosialisasi calon gubernur yang dikawal pasukan PolPP Provinsi itu, nyaris ricuh. Warga di sekitar protes atas aksi yang terkesan semena-mena karena merusak secara paksa.

Tim Pemenangan ESP yang tiba di lokasi berhasil meredam kemarahan massa. Begitu pula arus lalu lintas yang sempat macet, segera diurai oleh Satgas PDI-Perjuangan Sumsel.

Kendaraan yang digunakan Bawaslu dan Pol-PP sempat dicegat. Tetapi kendaraan yang terkesan ingin melarikan diri itu, dibiarkan berlalu.

Puluhan baliho dan spanduk yang sempat dicopot yang dimasukkan dalam kendaraan double-cabin. Menurut rencana aksi perusakan ini akan dilaporkan ke polisi dan barang-barang bukti diserahkan ke polisi. Aksi perusakan dan pencopotan itu dinilai arogan.
 
sumber : http://palembang.tribunnews.com/2013/05/04/tim-esp-win-laporkan-bawaslu-ke-polisi

Ditserse Polda Sumsel Tangani Laporan Tim ESP

Fahlevi-Maizano-dan-laporan-ke-Polda-Sumsel.jpg
Fahlevi Maizano, Tim Pemenangan ESP Win menunjukan laporan ke Polda Sumsel terkait pencopotan baliho ESP Win.

PALEMBANG - Laporan Tim Pemenangan ESP-Win ke Sentra Layanan Masyarakat Polda Sumsel, ditindak-lanjuti. Kasus perusakan dan pencopotan alat sosialisasi Calon Gubernur ESP-Win  ditangani Direktorat Reserse Umum Polda Sumsel.

"Petugas piket menyatakan akan memeriksa kasus ini hari Senin (06/05/2013) pekan depan," kata Maizano.

Saat melaporkan kasus perusakan ini, Maizano didamping Tim Advokasi Pemenangan ESP. Dua advokat yang hadir, Anhar Andi SH dan Berlianto SH.

Sekretaris PDI-Perjuangan Sumsel, juga Ketua Tim Pemenangan ESP-Win, MA Gantada SH MHum mengatakan bahwa tindakan Bawaslu Sumsel sudah keterlaluan dan mengabaikan aturan dan kepatutan yang berlaku.

"Kita akan melapor ke Dewan Kehormatan (DKPP, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).  Ini kejadian yang kesekian kalinya," kata MA Gantada.

Pencopotan dan perusakan baliho sosialisasi pasangan Calon Gubernur Sumsel Eddy Santana Putra (ESP) dan calon Wagub Ny Anisja Djuita Supriyanto aliat Wiwiet Tatung (Win).

Sebelumnya, Sekretaris Tim Pemenangan ESP-Win, Fahlevi Maizano,  melaporkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel ke Polda Sumsel. "Ini (Bawaslu) sudah tidak benar lagi. Arogan tidak mendidik masyarakat. Masih untung massa tidak marah," kata Maizano.

Petugas Bawaslu tertangkap tangan, sekitar pukul 15.30,  mencopoti secara paksa dan merusak sejumlah baliho pasangan calon gubernur Eddy Santana Putra di Jalan Demang Lebar Daun, sekitar 50 meter dari pagar rumah dinas Gubernur Alex Noerdin.

Aksi pencopotan alat sosialisasi calon gubernur yang dikawal pasukan Pol PP Provinsi itu, nyaris ricuh. Warga di sekitar protes atas aksi yang terkesan semena-mena karena merusak secara paksa.

Tim Pemenangan ESP yang tiba di lokasi berhasil meredam kemarahan massa. Begitu pula arus lalu lintas yang sempat macet, segera diurai oleh Satgas PDI-Perjuangan Sumsel.

Kendaraan yang digunakan Bawaslu dan Pol-PP sempat dicegat. Tetapi kendaraan yang terkesan ingin melarikan diri itu, dibiarkan berlalu.

Puluhan baliho dan spanduk yang sempat dicopot yang dimasukkan dalam kendaraan double-cabin. Menurut rencana aksi perusakan ini akan dilaporkan ke polisi dan barang-barang bukti diserahkan ke polisi.
 
sumber : http://palembang.tribunnews.com/2013/05/04/ditserse-polda-sumsel-tangani-laporan-tim-esp

Pencopotan Paksa Baliho ESP-Win Nyaris Ricuh

Satgas-PDI-Perjuangan-mengamankan-baliho-ESP-Win.jpg
Satgas PDI-Perjuangan mengamankan baliho ESP-Win.

PALEMBANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Sumsel, Sabtu (04/05/2013) sore, mencopot secara paksa sejumlah baliho pasangan calon gubernur Eddy Santana Putra (ESP) di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, sekitar 50 meter dari pagar rumah dinas Gubernur Sumsel.

Aksi pencopotan alat sosialisasi calon gubernur yang dikawal pasukan Pol PP Provinsi itu, nyaris ricuh. Warga di sekitar protes atas aksi yang terkesan semena-mena karena merusak secara paksa.

Tim Pemenangan ESP yang tiba di lokasi berhasil meredam kemarahan massa. Begitu pula arus lalu lintas yang sempat macet, segera diurai oleh Satgas PDI-Perjuangan Sumsel.

Kendaraan yang digunakan Bawaslu dan Pol-PP sempat dicegat. Tetapi kendaraan yang terkesan ingin melarikan diri itu, dibiarkan berlalu.

Puluhan baliho dan spanduk yang sempat dicopot yang dimasukkan dalam kendaraan double-cabin.

Menurut rencana aksi perusakan ini akan dilaporkan ke polisi dan barang-barang bukti diserahkan ke polisi.

sumber : http://palembang.tribunnews.com/2013/05/04/pencopotan-paksa-beliho-esp-win-nyaris-ricuh

Jumat, 03 Mei 2013

Wabup Muba Sambut Tim Ekspedisi Jukung ESP


Tim-Ekspedisi-Jukung-ESP-Bertemu-Wabup-Muba.jpg
Wakil Bupati Muba bertemu dengan Tim Ekspedisi Jukung ESP saat merapat di wilayah Muba.


PALEMBANG - Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi, Jumat (03/05/2013) siang, menyambut khusus Tim Ekspedisi Jukung ESP di rumah dinas di kota Sekayu.

Beni Hernedi memberikan apresiasi khusus bagi seluruh tim yang sudah sepuluh hari bergerak dari Palembang. Ia menanyakan berbagai kegiatan selama perjalanan.

Sejak awal mengetahui Tim Hulu bergerak mendekati kota Sekayu, ia mengontak pimpinan perjalanan Kgs Fahruddin.

Di kediaman dinas tim diterima di teras sayap kanan,  tempat yang sering dijadikan lokasi menerima tamu khusus atau yang berkepentingan.

Tadi malam, Tim Hulu menggelar acara pemutaran film dilayar lebar menggunakan proyektor masyarakt desa Lumpatan (sekitar 15 kilometer hilir kota Sekayu).

Sementara Tim Hilir, perahu bermotor dirapatkan di tepian Sungai Air-kumbang wilayah Desa Sebubus, Kecamatan Air-kumbang, Banyuasin. Menurut rencana, Sabtu pagi, tim berkoordinasi sesama tim ESP.

Ekspedisi ini merupakan program yang diluncurkan tim pasangan calon ESP-Win, sejak 25 April malam. Perahu bermotor ini melakukan pemutaran film layar tancap yang terpasang di atas kapal.

Pemutaran perdana berlangsung di dermaga Taman Benteng Kuto Besak (BKB), sebagai peluncuran media sosialisasi calon gubernur.

Kedua perahu jukung yang masing-masing mampu mengangkut barang hingga 60 ton, akan melayari Sungai Musi. Perahu bermotor yang membawa awak enam orang ini, dalam pelayarannya mengundang sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di Palembang.

Menurut rencana, motor sungai ini akan berlayar selama sebulan. Pemutaran film akan dilakukan di desa-desa yang disinggahi.

"Ini alat sosialisasi sekaligus menghibur masyarakat yang bermukim disepanjang Sungai Musi. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat banyak," kata Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cagub ESP-Win yang Sekretaruis PDI-P Sumsel, MA Gantada.

Menurut pimpinan perjalanan, Kgs Fahrudin, masing-masing jukung membawa tiga film hiburan sekaligus memiliki unsur pendidikan. Yakni, film Lasykar Pelangi, Garuda di Dadaku, dan film Ainun Habibie. Film Ainun Habibie diangkat dari kisah percintaan pasangan Presiden (ketiga) BJ Habibie.

sumber : http://palembang.tribunnews.com/2013/05/04/wabup-muba-sambut-tim-ekspedisi-jukung-esp

Rabu, 30 Januari 2013

Keliling Indonesia untuk Ketahui Kinerja PDI-P














Hanya bermodal Rp 14 ribu, Soemarno (66), berkeliling Indonesia dengan bersepeda. Pria kelahiran Solo, 4 Januari 1946, ini sudah melanglang buana ke berbagai kota yang ada di Indonesia.

"Saya berangkat dari Kabupaten Sukoharjo sejak 8 Februari 2011. Saya diberi uang jalan hanya Rp 500 ribu dari Bupati Sukoharjo dan saya belikan ban luar dan ban dalam serta boks sepeda. Sisanya Rp 14 ribu, buat modal saya selama perjalanan," jelasnya pada Sripoku.com di Pendopoan Rumah Wakil Bupati Muba, Kamis (24/10/2012).

Soemarno menuturkan, misinya bersepeda keliling Indonesia yakni ingin mengetahui kebesaran Presiden RI, Soekarno serta mengetahui perbatasan NKRI, peradaban, budaya dan adat istiadat.

Sebagai kader PDI-P Kota Solo, Soemarno ingin membesarkan PDI-Perjuangan dengan membawa panji-panji PDI-P.

Lalu, Soemarno juga ingin mengetahui kinerja struktural DPC PDI-P di seluruh Indonesia.

Selain itu, Soemarno juga mensyukuri akan Walikota Solo, Jokowi yang sudah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta serta Kota Solo yang menjadi tempat wisata.

Soemarno menceritakan, selama mengayuh sepeda, baru beberapa kali sepedanya pecah ban, yakni di Provinsi NTT.

Sudah 21 bulan ini, ia sudah berkeliling dari kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi bahkan ke Negara Timor Timur.

"Kalau untuk makan minum, biasanya dibantu warga yang saya temui di jalan. Untuk menginap, jam lima sore harus sudah dapat tempat menginap, biasanya di kantor DPC PDI-P atau di emperan toko," jelas bapak empat anak dan 15 cucu ini.
Sumber : klik 

Senin, 14 Januari 2013

Calon sumsel 1

ESP Silaturahmi  Menyapa Rakyat

Antusias warga Masyarakat Muara Enim menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrasi  Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Selatan Walikota Palembang  sekaligus Calon Gubernur Sumatera Selatan 2013-2018 Ir. H Eddy Santana Putra MT akrab disapa ESP didamping MA Gantada SH M.Hum Sekretaris umum dan Jajaran Fungsionaris partai bersama pasangan calon Bupati Muaraenim Syahril Djemalip-Giri Ramandha Kiemas (SGM) beserta Hj Dede Rosyidah alias Mama Dede dalam acara yang dikemas " ESP Silahturahmi Menyapa Rakyat" dilokasi pertemuan sebuah  lapang bola yg cukup luas Desa Sigam Kec. Gelumbang, Minggu (13/01/2013).
ESP disambut Warga
Tokoh masyarakat Gelumbang, Ali Hanafiah dalam sambutanya mengatakan masyarakat pemilih di wilayah itu, mendukung sepenuhnya pencalonan ESP calon Gubernur dan pasangan calon bupati SGM, sebagai pemimpin pada 2013-2018.
SGM dalam Sambutan
Pasangan calon bupati Muaraenim, Syahril Djemalip-Giri Ramandha Kiemas (SGM) sebelum memberikan sambutanya  pada silahturahmi memperkenalkan diri dan memohon doa dukungan dihadapan warga masyarakat Desa Sigam Kec. Gelumbang Muara enim sebagai pasangan calon Bupati guna mendekatkan diri Saling mengenal.
Dalam sambutanya SGM mengatakan siap menjadi pasangan bupati pada pemilhan 5 maret 2013 mendatang.
Kami sangat tahu apa yang menjadi keluhan dari masyarakat yauitu masalah administrasi yang menyulitkan dalam penyelengaran adminitrasi sepeti membuat kartu tanda penduduk (KTP) yang banyak mengeluarkan biaya dan menyita banyak waktu dalam proses mendapatkanya. Karena adminitrasi merupakan hal penting dalam menujang segala hal dalam kegiatan di masyrakat. Maka dari itu kami bertekat ketikan kami terpilih akan memperbaiki kekurangan atau yang menjadi kendala masyarakat saat ini yaitu dalam  masalah Admintasi.
“ Ungkapnya”.

Di hadapan warga Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Calon Gubernur Sumsel Eddy Satana pada sambutanya mengatakan dalam kesempatan silahturahmi ini saya tak banyak menyapaikan sambutan melaikan ingin mengetahui langsung kendala dan keluhan yang dihadapi masyarakat khususnya desa sigam kec.gelumbang Muara Enim, karena beberapa daerah yang telah saya datangi Masih banyak keluhan  masyarakat tak terselesaikan.
ESP dalam sambutanya
Dalam kesempatan itu saya juga mohon doa, dukungan dan diperjuangakan menjadi Gubernur Sumsel 2013-2018. Ketika saya terpilih menjadi Gubernur tidak akan banyak berjanji melaikan menjalakan tugas dan amanah sebagai pemimpin. “ untuk Muara Enim” saya akan memperbaiki pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan menjalankan program kartu cerdas dan kartu sehat untuk menyubsidi layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat hal serupa ini sudah dimulai oleh Gubernur  terpilih DKI Jakarta Joko Widodo.
Ditambahkanya beliau mengatakan dan menjelaskan kepada masyarakat jangan terkecoh dengan ungkapan sekolah dan berobat gratis. Karena biaya pendidikan dan kesehatan menggunakan anggaran Negara, Itu merupakan tugas seorang gubernur untuk melayani masyarakat dan Tugas gubernur pula untuk mencerdaskan dan memberi layanan kesehatan “ Tegasnya”.
Mama Dede Tausiyah
Sementara itu, Ustazah Hj Dede Rosyidah (60) atau yang akrab disapa Mama Dedeh, mengingatkan agar tidak menghina sesama apalagi menghina perempuan.
Acara silaturahmi yang dihadiri ribuan Masyarakat berlangsung dengan hikmat diringi Guyuran hujan deras menghatarkan Warga bergeming mengikuti sampai akhir acara mendengarkan tausiyah Mama Dedeh

Penulis : Godek MC DPD PDI Perjuangan Sumsel

Rabu, 09 Januari 2013

Sumsel 1

Sumsel 1, Eddy Santana




Eddy Santana Putra, Bakal Calon Gubernur Sumsel
Walikota Palembang, Eddy  Santana Putra mengungkapkan dia menjadi walikota hanya sampai bulan Juli 2013, dan setelah itu dia pensiun dan ikut Pilkada Sumsel. “Saya harapkan jika nanti ada pelantikan Gubernur Sumsel pada Oktober 2013, sayalah orangnya yang dilantik,” kata Eddy.
Mengenai pencalonannya pada Pilgub Sumsel 2013, Eddy Santana dengan tegas mengatakan dirinya maju melalui PDI Perjuangan. “Dan menurut saya saat ini di Sumsel, PDI Perjuangan parpol yang paling siap sampai tingkat desa,” jelas dia.
Sedangkan calon wakilnya masih dalam tahap survei karena dia tidak gegabah memilih figur wakil gubernur. Untuk kantong suara, Eddy Santana, yakin dirinya akan mendapat suara dari 7 daerah seperti Kota Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Musirawas, sebagian Lahat dan Muaraenim. “Tetapi saya mengandalkan suara masyarakat Kota Palembang dan Musi Banyuasin, OI dan OKI. Ya saya kira semua daerah dapat suara,” ujar Eddy.
Dia pun berharap pertarungan Pilkada Gubernur Sumsel 2013 nanti benar-benar demokratis dan penyelenggara pemilu, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, melaksanakan dengan jujur sehingga Gubernur/Wagub yang terpilih benar-benar hasil pilkada yang bersih. “Saya juga gak mau menang kalau pakai cara-cara kotor,” kata dia.
Dalam kesempatan itu Eddy juga kurang setuju adanya kampanye akbar yang biasanya menelan biaya ratusan juta rupiah bahkan bisa tembus Rp 1 miliar, misal untuk biaya mendatangkan artis dan lainnya.
“Saya kira lebih baik kampanye tertutup berbentuk diskusi daripada kampanye akbar,” jelas Eddy ( ***)

Sumber : klik 

eddy santana putra

Siapa Yang Bakal Jadi Sumsel I?

Menjelang tahun 2013 dimana propinsi Sumatera Selatan akan menyelenggarakan Pilkada untuk memilih orang nomor satu di propinsi ini, berbagai opini, pendapat, dan survey mulai ramai. Gak salah kalo gue juga ungkapin opini itung-itung buat menghilangkan jenuh. 



Edy Santana Putra
Edy Santana Putra saat ini menjabat sebagai Walikota Palembang. Dengan tangan dinginnya Edy Santana berhasil menyulap kota Palembang menjadi salah satu kota bersih di Indonesia sekaligus memiliki tata kota yang bagus. Waktu masih kuliah di tahun 95an, aku masih ingat banget gimana beceknya wilayah pasar 16 dan daerah sekitar benteng Kuto Besak. Tapi sekarang sudah ditata rapih dan bersih, bahkan BKB sekarang jadi salah satu objek wisata di kota Palembang. Popularitas Edy Santana masih sangat bagus dan kans untuk menjadi orang nomor 1 di Sumsel terbuka lebar. tinggal gimana kendaraan politik yang mengusungnya, dan tentu saja kesiapan materi dan imateri untuk terjun memperebutkan Sumsel 1.



Alex Nurdin

Gue mulai dari incumbent dulu sebagai juara bertahan. Alex Nurdin yang berhasil jadi orang nomor satu di Sumsel melalui kampanye program sekolah dan berobat gratis. Pada awalnya masyarakat Sumsel menyambut gembira program ini, namun di tengah perjalanan program ini semakin berkurang gemanya.Trust masyarakat semakin berkurang menyusul banyaknya pemberitaan terkait kasus wisma atlet dan penyelenggaraan Sea Games 26 di Palembang. Dilihat dari peluang, rasanya sulit bagi incumbent untuk mengulang sukses bersama pasangannya untuk kembali menjadi orang nomor 1 dan 2 di propinsi yang terkenal dengan kain songketnya.





Herman Deru
Herman Deru sekarang ini menjabat sebagai bupati OKU Timur. Di bawah kepemimpinannya OKU Timur telah menorehkan prestasi di tingkat daerah dan nasional. Dua kali meraih penghargaan MURI sebagai pemenang Pilkada dengan jumlah pemilih terbanyak dan sebagai kepala daerah yang berhasil melakukan program bedah rumah terbanyak. Diusung Partai Nasdem, Deru telah menyatakan dirinya akan ikut memperebutkan posisi Sumsel 1. Herman Deru patut diperhitungkan sebagai pesaing serius dalam ajang pilkada 2013. Namun perhitungan di dunia politik bukanlah hitung-hitungan matematika yang dua ditambah sama dengan empat. Banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi. 




Nah, ketiga kandidat di atas adalah calon-calon serius dalam Pilkada 2013 nanti. Terserah anda mau pilih siapa. yang jelas ini hanya ungkapan opini

sumsel 1

Survei Pilgub Sumsel, Eddy Santana Saingi Alex Noerdin


 
Suhu politik di Sumatera Selatan mulai menghangat, jelang pemilihan Gubernur periode 2013-2018. Sejumlah calon diam-diam sudah mempromosikan diri dengan berbagai cara, mulai dari baliho hingga selebaran yang dibungkus aneka kegiatan.
Calon yang bakal maju antara lain: incumbent Alex Noerdin, Eddy Santana Putra (walikota Palembang), Ridwan Mukti (Bupati Musi Rawas), Herman Deru (Bupati OKU Timur), Tantowi Yahya (anggota DPR RI dari Golkar).
Berbagai survei pun bermunculan. Alex Noerdin dalam survei selalu bersaing ketat dengan Eddy Santana yang dijagokan PDI Perjuangan. Terkadang unggul, terkadang nomor dua. Survei terbaru yang dilakukan Akses School of Research FISIP Universitas Indonesia menunjukkan Eddy Santana Putra, mengungguli  Alex Noerdin.
Tingkat elektabilitas Eddy Santana Putra, yang akrab disapa ESP ini, menurut versi survei tersebut, berada pada posisi atas (42,8%) yang diikuti Alex Noerdin. Sementara calon lain, seperti Herman Deru (Bupati OKU Timur), Tantowi Yahya, Ishak Mekki (ketua Partai Demokrat Sumsel) dan Ridwan Mukti, perolehannya di bawah 10%.

Hasil survei ini kata pengelola Akses School of Research Fakultas Fisip UI, Komaruddin dilakukan dua bulan terakhir di wilayah Palembang.

Sementara survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia, Eddy Santana juga lebih unggul (49.3%) dibanding Alex Noerdin, yang popularitasnya sedikit merosot pasca pilgub DKI. Tentu saja, angka survei itu masih bisa berubah hingga menjelang hari "H" pemilihan.

Sumber : klik

Jumat, 04 Januari 2013

Eddy Santana Putra



PDI Perjuangan Imbau Kadernya "Pulang Kandang"


Eddy Santana Putra - Beberapa kader PDI Perjuangan Kota Palembang yang terlihat hadir dan mendukung Sarimuda di KPU Palembang, Rabu (2/1/2013), mendapat perhatian serius dari pengurus PDI Perjuangan.














Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Selatan (DPD PDI perjuangan sumsel), Muhammad Aliandra Gantada SH. M.Hum, mengatakan seluruh kader dan simpatisan diinstruksikan untuk memenangkan Ketua DPC PDI Perjuangan kota Palembang yang maju sebagai bakal calon Walikota Palembang, yaitu H. Romi Herton,SH.MH.
"Dalam keputusan DPP, diinstruksi kepada seluruh jajaran partai baik tingkat nasional sampai ke anak ranting untuk mengamankan, menjalankan dan memperjuangkan terpilihnya Romi Herton sebagai Wako Palembang," katanya saat jumpa pers di kantor DPC PDI Perjuangan Palembang di Jalan Radial, Jumat (4/1/2013).
Menurutnya, PDI Perjuangan akan menjalankan aturan Organisasi bila terbukti ada anggotanya yang dianggap membelot dari instruksi.
Namun sebelum itu dilakukan, ia menghimbau kepada kader untuk sadar dan kembali ke partai untuk menjalankan instruksi DPP PDI Perjuangan.
"Kembali lah kepada aturan agar tidak ada sanksi organisasi. Kami mengimbau seluruh kader partai yang masih berada di luar untuk kembali ke kandang mentaati instruksi ini," ujarnya.
Menurut Gantada, dukungan kader partainya ke calon lain hanya karena kesalahanpemahaman.
"Kalau merasa tidak membawa nama partai atau hanya individual, jangan bawa simbol partai. Tapi kan mereka itu kader, jadi wajib hukumnya untuk menjalankan instruksi partai. Kalau mengaku masih di PDI Perjuangan harus loyal terhadap partai. Itu yang benar," tegasnya.
Sumber: Sripoku.com
Editor: Ander

Kamis, 03 Januari 2013

Eddy Santana Putra

    Lagu Kita Semua For Eddy Santana Putra




Eddy Santana Putra

Eddy Santana Putra, Ishak Mekki, dan Herman Deru Kalahkan Alex Noerdin Dalam Polling Gubernur Sumsel

 

 

 

 

 

 

PALEMBANG, - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin yang baru saja dinyatakan kalah telak dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta berdasarkan hitung cepat berbagai lembaga survey juga akan mendapat lawan berat pada Pilkada Gubernur Sumsel tahun 2013 nanti. Setidaknya ada dua bupati dan satu walikota yang bisa menjegal langkah Alex Noerdin kembali menduduki kursi jabatan Sumsel satu untuk lima tahun kedepan.
Berdasarkan poling kandidat Gubernur Sumsel  yang di selenggarakan salah satu Koran harian terbitan Sumsel, Alex Noerdin kalah dari Ishak Mekki yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ilir, Eddy Santana Putra yang menjabat sebagai Walikota Palembang dan Herman Deru yang menjabat sebagai Bupati OKU Timur.
Dari polling sementara versi pembaca salah satu Koran harian di Sumsel, per 17 Juli 2012,  Alex Noerdin hanya berada di posisi empat kandidat Gubernur Sumsel,  kalah dari Ishak Mekki di posisi pertama, diikuti oleh Eddy Santana Putra dan Herman Deru.
Bahkan dalam polling di salah satu Koran harian Sumsel lainnya, nama Alex Noerdin tidak termasuk dalam polling Gubernur Sumsel pilihan pembaca. Dalam polling ini, Ishak Mekki, Eddy Santana Putra dan  Herman Deru bersaing ketat. Eddy Santana meraih 23,1 % suara, Ishak Mekki meraih 22,9 % suara dan Herman Deru meraih 22,2 % suara dengan suara masuk sebanyak 6000 pemilih.
Pasca kekalahan telak di Jakarta, Alex Noerdin dengan Golkarnya akan mendapat tantangan berat dari Ishak Mekki yang merupakan Ketum Partai Demokrat Sumsel, Eddy Santana Putra Ketum PDI Perjuangan Sumsel dan Herman Deru yang tercatat sebagai Ketum Ormas Nasdem Sumsel. (Hensyi Fitriansyah)

Sumber : klik 

 

Calon Gubernur Sumsel

Mengenal Kandidat Gubernur Sumsel Periode 2013-2018

 









1. Eddy Santana Putra

Eddy Santana Putra adalah Walikota Palembang. Saat ini, Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut memasuki periode kedua era kepemimpinannya.

Lahir di Pangkalpinang, 20 Januari 1957, Eddy Santana kali pertama menjadi Walikota Palembang melalui mekanisme pemilihan DPRD Palembang pada tahun 2003. Kemudian ia terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan langsung pada tahun 2008.

Salah satu keberhasilan pria yang Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan ini selama memimpin Palembang adalah menertibkan kawasan kumuh di sekitar Jembatan Ampera. Ia mengubah kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang bersih. Bahkan, kini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menghabiskan waktu menikmati Sungai Musi.

Keberhasilan lain alumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya ini adalah mampu menyediakan hampir 90 persen kebutuhan warga Palembang atas kebutuhan air bersih. Eddy juga merupakan tokoh atau sosok di balik reklamasi kawasan Jakabaring Palembang pada saat Sumatera Selatan dipimpin Ramli Hasan Basri. Saat itu dia masih tercatat sebagai pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Sumatera Selatan.

2. Ishak Mekki

Ishak Mekki saat ini menjabat Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ia juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Sumatera Selatan.

Saat ini merupakan periode kedua kepemimpinannya di OKI. Ishak Mekki dilahirkan di dusun Perigi, Kayuagung, OKI, pada 1 Maret 1958.

Ishak Mekki, yang juga merupakan alumni Ulumni Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, dianggap berhasil mengubah OKI yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan menjadi lebih maju. Sejumlah wilayah yang terdapat di 17 kecamatan, yang sebelumnya tertutup atau hanya mengandalkan transportasi air, kini menjadi terbuka setelah dibangun sejumlah jalan darat.

Prestasi menonjol lainnya dari Ishak Mekki adalah keberhasilannya mengubah pola pikir sebagian warganya yang sebelumnya banyak terlibat dalam bisnis perkayuan, termasuk ilegal logging, menjadi pebisnis perkebunan, seperti sawit dan karet.

Nama Ishak Mekki mencuat secara nasional, setelah Kabupaten OKI terpilih sebagai penyelenggara Jambore Nasional Pramuka tahun 2011 lalu. Di dunia politik, nama Ishak melejit saat terpilih sebagai Ketua DPD PD Sumsel menyingkirkan sejumlah nama yang sebelumnya disebut sebagai kandidat kuat.

Saat ini Ishak tengah menjalankan pembangunan di wilayah pesisir Timur Sumatera Selatan menjadi kawasan bisnis seperti layaknya di masa lalu saat kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

3. Herman Deru

Sama seperti Eddy Santana Putra dan Ishak Mekki, saat ini Herman memasuki periode kedua memimpin Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Ia terpilih sebagai bupati setelah kabupaten itu terbentuk usai dimekarkan dari Kabupaten OKU.

Saat pemilihan langsung pada 1998, Herman Deru meraih suara sebanyak 94,56 persen. Raihan suara ini, merupakan raihan suara terbanyak selama suksesi Pilkada hingga saat ini di Indonesia.

Pria kelahiran Belitang, OKU Timur, pada 17 November 1967 ini saat menjadi Bupati OKU Timur kali pertama, tahun 2003, merupakan kepala daerah termuda di Sumatera Selatan. Usianya saat terpilih adalah 36 tahun.

Sebagai bupati di kabupaten baru, Herman dinilai cukup berhasil mengendalikan keamanan di kabupaten tersebut. Padahal wilayah pemerintahannya dihuni oleh warga yang berasal dari beragam etnis, seperti Jawa, Bali, dan penduduk asli Komering. Hal ini berbeda dengan kondisi di Lampung, yang mana sampai saat ini ketiga etnis ini terlibat dalam berbagai bentrokan.

Dalam mengendalikan masyarakatnya, Herman Deru menerapkan sejumlah program yang berkaitan dengan ketertiban tatanan sosial. Misalnya program 1.000 kentongan. Program ini berupa sistem keamanan lingkungan, yang mana setiap rumah disediakan kentongan. Bila ada informasi penting, warga cukup membunyikan kentongan.

Program lainnya, Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Ormas Nasional Demokrat Sumatera Selatan ini memberlakukan larangan pemungutan biaya pembangunan masjid di jalan raya. Ia juga mewajibkan setiap warga muslim, terkhusus para pejabatnya, untuk dapat membaca Alquran.

Hal menarik lainnya dari Herman Deru adalah kebijakannya menjalankan program penggunaan bahasa daerah. Pada hari tertentu, warga diimbau untuk menggunakan Bahasa Jawa, Komering, dan lainnya yang jadwalnya sudah ditetapkan. Sementara bagi para pelajar di daerah tersebut, diwajibkan mampu menggunakan Bahasa Inggris.

Meskipun tidak memimpin partai politik, tapi dalam suksesi Gubernur Sumsel tahun 2013 mendatang, dia diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Selatan.

4. Alex Noerdin

Calon terakhir yakni incumbent, Alex Noerdin, yang saat ini tengah memimpin Sumatera Selatan. Namun pencalonan Alex sebagai Gubernur Sumatera Selatan masih diragukan.

Hal ini berkaitan dengan kemungkinan Alex Noerdin akan ikut dalam kompetisi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 ini. Jika ia benar maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta, maka akan ada kekosongan calon dari Partai Golkar.

Sumber  : klik

Rabu, 02 Januari 2013

Istri Muda Wali Kota Palembang Bukan Bintang Porno


Istri Muda Wali Kota Palembang Bukan Bintang Porno



Istri Muda Wali Kota Palembang Bukan Bintang Porno

Eddy Santana PutraWali Kota Palembang Eddy Santana Putra memastikan istri mudanya, Eva Ajeng, bukanlah bintang film porno. Isu itu, menurut Eddy, sengaja diedarkan lawan-lawan politiknya untuk menjatuhkan partainya menjelang pemilihan Gubernur Sumatera Selatan. Eddy sendiri adalah Ketua PDIP Sumatera Selatan. 

Eddy Santana menjelaskan bahwa istri keduanya memang mantan model yang sering berpose seksi dalam beberapa majalah pria dewasa. Tapi, profesi itu sudah dia tinggalkan sejak Eva menikahi Eddy pada 2005 silam. "Saya sudah larang," kata Eddy, awal pekan ini. 
Beberapa pekan terakhir, foto-foto istri Wali Kota Palembang Eva Ajeng, yang hanya berpakaian seadanya, banyak beredar di BlackBerry Messenger dan telepon genggam wartawan serta politikus di Palembang.Eddy menduga peredaran foto istrinya itu direkayasa untuk menjatuhkan dirinya. 
"Saya siap hadapi," katanya. Eddy mengaku sudah menunjuk tim pengacara untuk membela dirinya. Pernikahan kedua Eddy memang dituding tak sah karena tanpa persetujuan istri pertamanya, Srimaya. Eddy kini dalam proses menceraikan Srimaya. Istri pertamanya tak terima dan mengancam mengadukan Eddy atas kasus kekerasan dalam rumah tangga. 

Sumber : klik

Minggu, 23 Desember 2012

Pemkot Palembang Akan Serahkan 10 Motor Operasional


Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Badan Perlengkapan dan Pengelolaan Aset Daerah belum lama memberikan bantuan kendaraan operasional untuk Komisi Pemilihan Umum Kota Palembang berupa dua mobil Daihatsu Terios yang dananya mencapai Rp. 380 juta. Selanjutnya, Pemkot juga akan menyerahkan 10 unit kendaran roda dua untuk operasional. Adapun pembagiannya sebagai berikut; 9 unit motor Yamaha Mio Soul untuk Bidang Perekonomian, Agraria dan Keuangan, dan 1 Yamaha Byson untuk Palang Merah Indonesia Kota Palembang.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bagian Perlengkapan dan Pengelolaan Aset Daerah Kota Palembang, Aprilita Sari pada hari Kamis (20/12) 


mengatakan, penyerahan motor-motor tersebut akan dilakukan pada akhir akhir tahun. Mengenai dana pengadaan 10 motor tersebut yang bernilai di atas Rp. 100 juta (Satu kendaraannya berkisar Rp. 14 jutaan), bersumber dari APBD Perubahan tahun 2013.

Pemkot Berikan Bantuan kepada 722 Penyandang Cacat


Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Herty Mochtar
Pemerintah Kota Palembang memberikan bantuan kepada 722 penyandang cacat berat, sedang dan ringan di Palembang. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Walikota Palembang, Ir. H. Eddy Santana Putra, MT, saat acara puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional dan Hari Penyandang Cacat Internasional bertempat di Gedung Serbaguna Jakabaring, Selasa (18/12). Ia mengatakan, pihaknya berharap tidak ada penyandang cacat di kota ini yang tidak mendapat bantuan. Ia juga mengimbau bagi warga yang memiliki anggota keluarga yang cacat dan membutuhkan bantuan, mereka bisa langsung melapor ke kelurahan setempat
Para penyandang cacat itu terbagi dua criteria, yaitu; Cacat berat dan cacat ringan. Cacat berat yang terdata berjumlah sebanyak 322 orang dan penyandang cacat ringan 400 orang. Penyandang cacat berat mendapat bantuan dari Kementerian Sosial melalui dana APBN. Mereka menerima sebesar Rp. 300 ribu per bulan yang diambil setiap tiga bulan atau Rp 3.600.000 per tahunnya. 

Sementara, bagi penyandang cacat sedang dan ringan mendapat bantuan sebesar Rp. 600 ribu per enam bulan atau Rp 1,2 juta per tahun.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Herty Mochtar mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan tersebut pada 6 bulan pertama dan sekarang untuk 6 bulan kedua. Bagi penyandang cacat ringan dan sedang, dananya diperoleh dari APBD Kota Palembang. Bagi mereka yang tidak datang di acara penyerahan, untuk cacat berat akan langsung dikirimkan ke rumah melalui pos. Sedangkan, untuk cacat sedang dan ringan, bisa mengambil ke kantor Dinas Sosial Palembang, di Jalan Merdeka. Pengambilannya bisa saja diwakilkan asalkan ia membawa surat kuasa dari yang menerima dan surat keterangan domisili dari lurah.

Sumber : klik

SatPol PP Akan Siagakan Anggota Menjelang Pergantian Tahun


Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang, H. Aris Saputra
Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP dan Linmas) Kota Palembang akan menyiagakan anggotanya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Kepala Sat Pol PP dan Linmas Kota Palembang, Aris Saputra pada hari Rabu (4/12) mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polresta, Kodim, Polisi dan Militer. Pihaknya juga akan menurunkan 250 anggota di sejumlah tempat, khususnya di pusat keramaian, seperti Benteng Kuto Besak, Bundaran Air Mancur, Jakabaring, fly over simpang Polda dan Jembatan Musi II. Mereka juga akan mengamankan aset-aset milik pemerintah, seperti perkantoran, taman kota dan jalur lalu lintas yang merupakan titik keramaian di Palembang.

Aris mengimbau, masyarakat yang hendak menggelar acara di malam tahun baru dapat membuat surat izin keramaian yang ditujukan ke kelurahaan, kecamatan dan kepolisian. Pihak Satpol PP akan mengawasi setiap kegiatan masyarakat, khususnya yang mengadakan pesta pergantian tahun agar tercipta situasi yang kondusif dan aman.

Sumber : klik

PT. SP2J Berlakukan Smart Card pada 24 Desember Mendatang


PT. Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) akan memberlakukan smart card di seluruh koridor trans musi mulai 24 Desember mendatang agar administrasinya lebih tertib. Dengan demikian, penumpang trans musi tidak lagi menggunakan tiket atau membayar ongkos tunai. Direktur Operasional SP2J, Bahder Johan pada hari Kamis (13/12) mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan proses pelaksanaan wajib smart card mulai dari sosialisasi yang sudah dilakukan sejak April lalu, hingga simulasi bertahap dalam beberapa bulan.
Harga smart tidak mengalami kenaikan. Namun, harganya bervariasi mulai dari Rp. 10 ribu, Rp. 20 ribu, Rp. 50 ribu dan Rp. 100 ribu. Untuk mendapatkan kartu perdana (smart card) cukup membayar Rp 18 ribu (Rp. 10 ribu untuk kartu dan Rp. 8 ribu nilai pulsanya). Masyarakat bisa membeli melalui petugas trans musi dan dapat mengisi ulang kembali kartu tersebut. PT. SP2J juga sudah menjalin kerjasama dengan PT. Pos Indonesia agar transmusi bisa semakin dikenal di masyarakat.



Sementara itu,
Walikota Palembang, Ir. H. Eddy Santana Putra, MT mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan penggunaan smart card dapat berjalan dengan baik. PT. SP2J tetap harus menyiapkan sarana prasarananya agar penerapannya tidak mengalami kendala. Pihaknya akan terus menggandeng kerjasama dengan semua pihak untuk mempromosikan transmusi.


Sumber : klik

Pemkot Palembang Kembali Akan Bangun Rumah Murah




Walikota Palembang, Ir. H. Eddy Santana Putra, MT, merasa prihatin dengan maraknya sengketa lahan antara warga dengan tentara, seperti konflik lahan antara tentara Angkatan Udara dengan warga dari empat kelurahan di Kecamatan Sukarami, yakni Kelurahan Sukodadi, Sukorejo, Talang Betutu dan Talang Jambe.
Eddy mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) berusaha mencarikan solusi terbaik, yaitu pemerintah kota akan menawarkan rumah murah di kawasan Talang Jambe dan Kecamatan Sukarami bagi warga yang bersengketa lahan dengan TNI Angkatan Udara. Pemkot akan bantu warga yang merasa tidak punya tanah di lokasi tersebut untuk pindah dari lokasi sengketa. 





Pemerintah juga akan membangun rumah murah layak huni dengan kredit murah dan ringan, seperti rumah murah di Kelurahan 3-4 Ulu. Eddy juga mengharapkan pihak-pihak yang bertikai bisa menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang memanfaatkan kondisi ini.


Sumber : Klik